H. Udin Syahrudin Tokoh Masyarakat Lengkong

H. Udin Syahrudin Tokoh Masyarakat Lengkong

H. Udin Syahrudin Tokoh Masyarakat Lengkong– Lengkong Karya, merupakan kawasan kelurahan yang berada diwilayah kecamatan Serpong Utara, daerah yang sebelumnya merupakan masuk dalam kawasan Kelurahan Lengkong Wetan. Kecamatan Serpong Utara sendiri merupakan juga hasil pemekaran dari Kecamatan Serpong.

Jalan Lengkong Raya yang membelah dua kelurahan merupakan batas antara Lengkong Wetan dan Lengkong Karya, jalan tersebut juga merupakan batas antara Kecamatan Serpong dan Kecamatan Serpong Utara.

H. Udin Syahrudin Tokoh Masyarakat Lengkong
Bersama para anggota LPM Kec. Serpong Utara

H. Udin Syahrudin, merupakan salah seorang Tokoh terkemuka diKelurahan Lengkong karya, berdomisili diBuaran Kelurahan Lengkong Karya.  Beliau juga merupakan tokoh penting  yang mengikuti perkembangan kota dari sebelum berdirinya kota Tangerang Selatan.  Berangkat dari menjadi ketua Karang Taruna lalu BPD(Badan Perwakilan Desa), beliau juga merupakan tokoh Pemuda pada saat Lengkong Wetan masih berstatus Desa.

H. Udin Syahrudin Tokoh Masyarakat Lengkong
Penandatanganan Pelantikan LPM Kec. Serpong Utara

Sepak terjang beliau dalam organisasi kemasyarakatan dimulai sejak Serpong masih berstatus Kabupaten Tangerang. Bidang kepemudaan dari mulai Karang Taruna, BPD, dan sekarang beliau juga merupakan bagian dari LPM kelurahan Lengkong Karya.

Sikap beliau yang tegas, kharismatik, membuat apapun permasalahan yang menerpa lingkungan mampu beliau atasi, beragam konflik ditengah masyarakat, baik kepemudaan, masyarakat maupun konflik kecil didalam rumah tangga kadang beliau diminta menjadi media antara kedua belah pihak untuk menjadi solusi atas permasalahan yang terjadi.

Dalam obrolan ringan kami dikediamannya Buaran Lengkong Karya,  beliau mengatakan bahwa Lengkong baik Lengkong Wetan maupun Lengkong karya, merupakan daerah transisi antara kota dan desa, jika mau jujur Lengkong Wetan maupun Lengkong Karya pada awal perubahan status daerah yang sebelumnya Desa menjadi kelurahan sebetulnya masyarakatnya masih mayoritas petani, dan selebihnya pedagang dan selebihnya usaha transportasi warga yaitu ojek.

Pesatnya pertumbuhan dan perkembangan kota diSerpong, menuntut masyarakat untuk tetap mampu menyesuaikan perubahan yang terjadi saat ini, maka beliau berharap agar perkembangan yang terjadi dikota serponng harus mampu menyerap tenaga kerja khususnya warga sekitar, termasuk Lengkong Karya maupun Lengkong Wetan.

Menurut beliau, tanpa disadari Lengkong merupakan wilayah yang diapit oleh dua pengembang besar, yaitu Bintaro Jaya dan Bumi Serpong Damai, kondisi tersebut rentan sekali menciptkan kecemburuan sosial, terlebih hunian dan perumahan yang disediakan oleh kedua pengembang ini relatif mahal.

Dampak buruk dari adanya kesenjangan sosial ditengah masyarakat, ditambah kurang kepeduliannya pemerintah daerah terhadap penyerapan tenaga kerja untuk masyarakat sekitar, tidak mustahil akan tercipta tindakan-tindakan kriminal yang tidak diharapkan oleh semua pihak.  Saat inipun sudah ada indikasi peredaran narkoba disekitar wilayah serpong termasuk Lengkong, baik lengkong wetan maupun lengkong karya.

“Saya mengamati betul tentang kondisi masyarakat disini, jangan dibilang masyarakat disini orang mampu semua, karena masih ada diantara mereka  jangankan kuliah bpjs saja mereka berat untuk membayar, selain itu tidak adanya perhatian khusus terhadap remaja dan pemuda, akan berdampak buruk terhadap masa depan mereka, bagaimana tidak, jika lulus sekolah lalu mereka mencari kerja namun semua pintu lowongan kerja tertutup, maka tidak mustahil mereka perlahan akhirnya menghabisakan waktu dengan kegiatan kegiatan yang kurang bermanfaat bahkan bisa mengarah ke kegiatan yang tanpa disadari oleh mereka sebenarnya merugikan masyarakat maupun dirinya sendiri”. begitu pendapatnya.

Semua pihak tanpa terkecuali, harus saling bersinergy, terutama para pengusaha yang berada diwilayah Lengkong, baik lengkong Karya, Lengkong Wetan, Lengkong Gudang, Lengkong Gudang Timur dan Lengkong Kyai harus benar benar memprioritaskan warga sekitar dalam hal merekrut pekerja baru, agar gerak bisnis diSerpong atau Tangsel benar-benar membawa dampak manfaat oleh masyarakat.  Persaingan sudah pasti, baik dunia kerja maupun dunia usaha, sesuaikanlah Job atau bagian/divisi yang sekiranya sesuai dengan skill atau penguasaan yang mereka miliki.

Jika para pengusaha dan pemerintahan setempat saling bersinergy saling berkoordinasi, dan memperhatikan serta peduli dengan masyarakat setempat Insa Allah, Lengkong khususnya Serpong, Serpong Utara dan Kota Tangsel pada umumnya akan menjadi kota yang kuat ekonominya, berdaya masyarakatnya, bermoral dan berbudaya.  Karena ekonomi menjadi faktor penting dalam sebuah kota termasuk dalam sebuah keluarga, begitu pendapatnya.

H. Udin Syahrudin, tokoh pemuda dan tokoh Masyarakat Lengkong, berpendapat tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, setiap kunci Gembok pasti ada anak kuncinya untuk membuka, maka jangan mudah patah dalam menghadapi apapun  yang kita anggap itu masalah, yang terpenting adalah koordinasi dan komunikasi.  Komunikasi tidak hanya diperlukan didalam suatu keluarga, namun juga didalam pemerintahan atau organisasi.

RT. harus berkoordinasi dengan RW, Kepala Desa atau Kepala kelurahan juga jangan pernah putus komunikasi dengan para tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, para tokoh adat  dan Tokoh Pemuda Setempat.

Timbulnya konflik pada suatu lingkungan atau Masyarakat, salah satu sebabnya adalah putusnya koordinasi dan komunikasi kepihak-pihak yang memiliki kapasitas untuk menyikapi suatu permasalahan ditengah Masyarakat.  Demikian yang disampaikan oleh Bapak H. Udin Syahrudin, melalui admin suara warga.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *