oleh

Antrian Migor, Andi Lala: Apa Solusi Pemkot Lubuklinggau?

Suarawarga.com – Lubuklinggau: Kelangkaan minyak goreng (Migor) hingga kini terus terjadi di Kota Lubuklinggau, kendati pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) telah melakukan berbagai upaya seperti menggelar operasi pasar minyak goreng.

Pantauan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pelawe Kompak (PEKO), Sabtu malam, (05/03/2022) tampak warga mengantri memenuhi halaman parkiran di salah satu toko di Kelurahan Taba Pingin, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, dengan harapan bisa membeli minyak goreng.

Hal ini yang membuat Koordinator LSM PEKO, Andy Lala angkat bicara.

Dikatakannya, saat ini masyarakat membutuhkan terobosan dari Pemkot Lubuklinggau untuk berupaya penanganan permasalahan ini.

“Saat ini kita butuhkan terobosan dari Pemkot Lubuklinggau dan jangan seolah ada pembiaran akan hal tersebut,” katanya.

Dikarenakan kesulitan mendapatkan migor, masyarakat rela berdesak-desakan.

“Kita kasihan, melihat kondisi masyarakat seperti ini yang rela berdesak-desakan untuk mendapatkan migor. Dan hal ini sudah terjadi sejak sepekan ini,” Ujar Andy dengan geram.

Lebih lanjut Andy mengatakan minimnya stok yang beredar membuat warga kesulitan mendapatkan migor curah maupun kemasan untuk memenuhi kebutuhan keluarga maupun kelanjutan usaha, terutama pedagang makanan.

“Bukannya Kepala Disperindagsar Kota Lubuklinggau, Surya Darma menyampaikan jika stok minyak di Lubuklinggau ini banyak. Tapi, faktanya di lapangan masyarakat kesulitan mendapatkannya. Bahkan rela mengantri sampai berjam-jam juga tidak dengan protokol kesehatan,” tegas Andy. (LM-036)