oleh

Ariadi B Jangka Terpilih Ketua PWI Bireuen Masa Bakti 2022-2025 Secara Aklamasi

-Berita, Politik-559 Dilihat

Suarawarga.com, Bireuen – Bupati Bireuen, DR H Muzakkar A Gani,SH, M.Si membuka Konferensi VI PWI Kabupaten Bireuen Selasa (22/2-2022) pukul 10.15 WIB sampai istirahat makan siang dan Shalat Dhuhur di Aula Setdakab Lama Bireuen dan berakhir sesi pertama.

Prosesi pelaksanaan konferensi pemilihan Ketua PWI Baru Masa Bakti 2022-2025 itu bertemakan, “ Wujudkan Pers Sehat,Merdeka dan Demokratis “ dengan dasar acuan peningkatan Profesional Wartawan dan Solidaritas Anggota PWI Kabupaten Bireuen.

H Muzakkar dalam arahannya jelang pembukaan pelaksanaan konferensi mengharapkan Ketua PWI masa bhakti 2022-2025 upayakan membawa organisasi lebih maju serta dapat mengambil peran yang lebih optimal dalam pembangunan Kabupaten Bireuen, terutama dalam memberikan informasi yang cerdas, berisi dan mendidik dalam revolusi industri 4.0 di era milenial, karena dunia jurnalistik merupakan salah satu sarana diseminasi informasi, baik dari pemerintah ke masyarakat maupun sebaliknya di era transformasi media saat ini.

Sebagai organisasi kewartawanan pertama dan tertua di Indonesia, PWI harus menjadi pionir dan contoh bagi organisasi-organisasi kewartawanan lainnya dalam hal kompetensi, profesionalisme kewartawanan, serta turut membangun dan mencerdaskan masyarakat secara umum, khususnya masyarakat kabupaten Bireuen dengan karya jurnalistiknya yang aktual dan bisa dipercaya bukan hoaks.

Pada kesempatan ini Bupati juga mengajak seluruh wartawan memupuk kesadaran dan berkomitmen untuk berperan serta dalam pembangunan bangsa dan negara khususnya Kabupaten Bireuen, sekaligus meningkatkan ketaatan wartawan pada kode etik jurnalistik, demi citra, kredibilitas dan integritas wartawan Indonesia.

Sementara sebelumnya Ketua PWI sebelumnya Suryadi sebelum domesioner dalam pidatonya menyebut, dalam masa kepemimpinannya dua periode PWI Kabupaten Bireuen, telah semuanya sebanyak 12 orang telah sukses melaksanakan uji kompetensi wartawan (UKW) yang merupakan tahapan penting menjadi wartawan yang professional karena telah memperoleh sertifikat Kompetensi Jurnalistik.

Suryadi menyebut, di Kabupaten Bireuen sesuai data di Bagian Humas ada 70 wartawan sementara yang tergabung dalam PWI hanya 12 orang sedangkan lainnya tergabung dalam organisasi pers lainnya yakni dua organisasi Lokal dan tiga organisasi nasional.

Organisasi nasional lainnya seperti Aliansi Jurnalistik Indonesia (AJI), Perkumpulan Junalis Indonesia Demokrasi Nusantara ( PJIDN) dan PPWI , SWI, Persatuan Wartawan Aceh ( PWA) dan Forum Junalis Aceh (FJA).

Justeru itu PWI harus menjadi pioneer bagi insan pers yang kompeten, profesional, serta taat dan patuh pada kode etik jurnalistik sebagai pedomannya serta kitabnya UUD No 30 Tahun 1999 Tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik serta Etika dan moralitas yang tercantum dalam AD.ART.

Sebelumnya laporan Ketua Panitia Konferensi Rizanur menyampaikan, bahwa konferensi PWI VI dilaksanakan berdasarkan Peraturan Dasar Bab 4 Pasal 19 , Bab 5 Pasal 25, dan Peraturan Rumah tangga Pemerintah Kabupaten Bireuen yaitu, menilai laporan pertanggungjawaban pengurus PWI Kabupaten Bireuen, Periode 2018-2021, menyusun program kerja PWI Kabupaten Bireuen masa bhakti 2022 – 2025 sekaligus memilih ketua dan menyusun pengurus PWI Kabupaten Bireuen.

Acara tersebut di hadiri oleh ketua PWI Aceh dan rombongan, Kepala Kejaksaan Negeri Bireuen ,Kapolres,Dandim Forum Koordinasi Pimpinan Daerah ( Firkopimda) Kabupaten Bireuen, Ketua DPR Kabupaten Bireuen dan sejumlah undangan lainnya termasuk Tokoh Pendiri Bireuen.

Ariadi B Jangka terpilih secara aklamasi

Dalam sesi kedua prosesi pemilihan Ketua PWI Bireuen tidak memakan waktu lama karena bakal calon yang menyatakan siap untuk mengibarkan bendera PWI untuk ditancapkan di wilayah Bireuen tidak mendaftarkan sebagai calon sehingga Ariadi B Jangka yang mendaftar diri sebagai calon terpilih secara aklamasi karena hanya ada calon tunggal yang tinggal sementara lainnya mengundurkan diri.

Sehingga prosesi pelaksanaan pemilihan Ketua PWI Bireuen yang dipimpin Wakil Sekretaris PWI Aceh, Azwani Awi sangat singkat.

Setelah terpilih pimpinan sidang mempersilahkan Ariadi B Jangka untuk membacakan visi misi dalam menjadi Ketua PWI Kabupaten Bireuen.
Dalam visi dan misinya, Ariadi B Jangka mengaku belum berpengalaman dalam memimpin organisasi PWI. Untuk itu, Ia mengharapkan dukungan semua pihak untuk memajukan organisai wartawan itu.

Ke depan, kata Ariadi, Ia akan meningkatkan kapasitas wartawan di Kabupaten Bireuen. Ini sejalan dengan visi dan misi yang diusung oleh Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin.

Peningkatan Kapasitas Wartawan
Ketua PWI Aceh, M.Nasir Nurdin dalam sambutannya saat Konferensi VI PWI Kabupaten Bireuen, mengatakan, selama kepemimpinnya akan melakukan peningkatan kapasitas wartawan. Sehingga Uji Kompetensi Wartawan (UKW) perlu dilakukan agar kemampuan wartawan di Aceh semakin baik.

Kepada rekan-rekan anggota PWI, saya berterimakasih atas kepercayaannya untuk memimpin PWI. Tanpa rekan-rekan saya tidak tidak bisa bekerja,” katanya.

Dijelaskan, Wartawan itu tidak hanya pandai menulis dan merangkai kata dengan baik. Akan tetapi moralitas seorang wartawan juga dipertaruhkan, agar tidak ada niat seorang wartawan untuk menjustifikasi orang lain,” katanya. (SW-067)