oleh

BNN RI Rangkul Stakeholder Untuk Tangani Kawasan Rawan Narkoba Di Pulau Dewata

Suarawarga.com Jakarta – Kawasan rawan Narkoba di Indonesia saat ini masih cukup tinggi. Berdasarkan data pada tahun 2021, sebanyak 8.691 kawasan narkoba tersebar di seluruh Indonesia, baik pada kategori bahaya maupun waspada.

Provinsi Bali, sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di Indonesia juga tidak luput dari ancaman Narkoba. Di pulau Dewata ini terdapat 58 kawasan Narkoba yang butuh atensi dari seluruh pihak.

Sebagai salah satu upaya intervensi pada daerah rentan narkoba, Direktorat Pemberdayaan Alternatif Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN RI melaksanakan Rapat Kerja dalam rangka sinergi stakeholder pada kawasan rawan narkoba di Provinsi Bali, bertempat di Hotel Mercure Kuta Beach, Bali, Rabu (18/5).

Kegiatan raker ini dibuka oleh Kepala BNNP Bali, Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra,S.H., M.Si. Dalam sambutannya, Kepala BNNP Bali mengatakan, tantangan penanggulangan narkoba cukup berat karena saat ini prevalensi penyalah guna narkoba di Bali mencapai angka 15 ribuan orang.

Di samping itu, kasus kejahatan peredaran narkoba terutama sabu dengan “sistem tempel” di Bali makin marak hingga ke pedesaan.

Hal ini bisa terlihat dari banyaknya pengungkapan kasus baik oleh Polri dan BNN di wilayah Bali.

Oleh karena itulah, Kepala BNNP Bali menegaskan bahwa upaya perang melawan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan penegak hukum.

Semua lapisan diharapkan bisa berperan, termasuk dalam upaya edukasi dan pemberdayaan masyarakat sehingga masyarakat mampu melakukan pencegahan.

Tantangan lain yang perlu menjadi perhatian di Bali adalah penanganan daerah rentan atau rawan narkoba.

Salah satu daerah wisata di Bali yaitu Badung menjadi salah satu kawasan yang mendapatkan intervensi agar bersih dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

“Kami lakukan pendekatan soft power approach, yaitu bagaimana kita melakukan edukasi termasuk pemberdayaan masyarakat, yang mana kegiatan pemberdayaan di daerah rawan itu saya nilai sangat efektif,” imbuh Kepala BNNP Bali. (Red SW)