oleh

Catatan Miring Penyaluran BPNT Sembako Di Kecamatan Tamalatea”

Suarawarga.com.sulsel. Jeneponto — Tentunya kita pahami bersamabahwa program Sembako merupakan transformasi program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Sebelumnya program ini bertransformasi berulang kali, mulai dari Program Operasi Pasar Khusus (OPK), Program Beras untuk Masyarakat Miskin (Raskin), Program Beras untuk Keluarga Sejahtera (Rastra) dan Bantuan Pangan Non Tunai yang di singkat BPNT.

Yang selanjutnya dengan perubahan mekanisme penyaluran bantuan yang tidak lagi berbentuk beras namun menjadi dana bantuan yang disalurkan langsung ke rekening Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dan dana tersebut kemudian harus ditukarkan dengan telur dan beras pada agen yang sudah ditetapkan, ini merupakn salah satu acuan juknis sebagai yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Namun sangat kita sayangkan program ini terkesan tercederai dengan beragam bentuk kepentingan serta indikasi manipulasi yang tentunya sangat merugikan masyarakat seperti yang terjadi pada penyaluran BPNT Sembako di Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto Propinsi Sulawesi Selatan, peran yang seharusnya tidak dilakoni karena bukan pada tempat dan fungsinya malah ikut memainkan peran karena kemungkinan besar demi kepentingan pribadi atau persekolan pihak-pihak untuk meraih keuntungan dari penyaluran BPNT Sembako yang mutlak sepenuhnya Hak Masyarakat dan tidak semestinya di kebiri.

Sejauh ini proses penyaluran masih menjadi tanda tanya terkhusus di Kecamatan Tamalatea, ada beberapa desa/kelurahan sudah menyalurkan, namun dasar penyaluran belum di ketahui, kenapa agen BRILink dan E-Warong menyalurkan bantuan tersebut…?. Kenapa penyalurannya tidak merata kepada seluruh KPM, ada yang sudah menerima, dan ada juga yang belum menerima padahal masih dalam kecamatan yang sama. Kami berharap, Pihak yang berwenang atau penentu kebijakan bisa memberikan solusi yang terbaik untuk masyarakat. Tutupnya pemerhati masyarakat Tamalatea

(LM 054)*