oleh

Dianggap Serius Tangani Kasus Anak, APH Di Sanggau Diganjar Penghargaan

Suarawarga.com Sanggau- Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kalimantan Barat memberikan penghargaan kepada Kejaksaan Negeri Sanggau. Selain Kejari Sanggau, Polres Sanggau dan Pengadilan Negeri Sanggau juga mendapat penghargaan yang sama dalam penyelenggaraan perlindungan anak di bumi daranante.

Penghargaan diserahkan langsung Gubernur Kalimantan Barat saat peringatan puncak Hari Anak Nasional Provinsi Kalimantan Barat tahun 2022 yang dilaksanakam pada hari Kamis tanggal 11 Agustus 2022 bertempat di ballroom hotel IBIS Pontianak.
“Alhamdulillah, berkat keseriusan dan kerja tim yang solid juga sinergisitas dengan aparat penegak hukum yang lain seperti Polres dan Pengadilan Negeri sehingga kami hari ini diberikan kepercayaan untuk menerima penghargaan KPPAD Award tahun 2022 yang tadi sudah diserahkan langsung bapak Gubernur Kalimantan Barat H. Sutarmidji,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Sanggau Anton Rusdiyanto usai menerima penghargaan, Kamis (11/8).

Menurut Anton, demikian sapaan akrab Kepala Kejaksaan Negeri Sanggau itu menyebutkan, dengan diberikannya penghargaan kepada tiga institusi Aparat Penegak Hukum (APH) di Sanggau ini sekaligus membuktikan keseriusan APH dalam menuntaskan perkara-perkara yang melibatkan anak-anak.
“Kami tetap bersinergi dalam menuntaskan perkara-perkara,” tegasnya.

Anton menjelaskan, untuk perkara yang melibatkan anak, tahun 2021 tercatat 16 perkara P21 atau tahap dua, perkara yang putus sesuai tuntutan 16 kasus. Untuk tahun 2022, tercatat 8 kasus P21 atau tahap dua, dan jumlah perkara yang putus sesuai tuntutan 8 kasus.
“Tahun 2021, anak sebagai korban ada 15 orang, anak sebagai pelaku 16 orang dan anak sebagai saksi ada 3 orang. Kemudian, tahun 2022, anak sebagai korban ada 8 orang, anak sebagai pelaku ada 8 orang dan anak sebagai saksi ada 4 orang,” ungkapnya.

Dengan kompak, sinergis dan tegasnya aparat penegak hukum dalam menindak tegas para pelaku kejahatan anak ini, Anton berharap bisa menjadi efek jera bagi pelaku kejahatan khususnya kepada anak-anak. (Red SW)