oleh

Kasus Dugaan Perdagangan Kulit Harimau Yang Menimpa Sekretaris DPD II Partai Golkar Bener Meriah Penuh Dengan Unsur Politik

Suarawarga.com Banda Aceh- Penahanan Ahmadi (41) mantan Bupati Bener Meriah oleh Polda Aceh sepertinya penuh unsur politik dan juga terkesan dipaksakan oleh Penyidik Direktorat Kriminal Polda Aceh dibawah pimpinan Kombes Pol Sony Sanjaya.

Hal itu dapat dilihat dari, banyaknya silang pendapat antara pihak kepolisian dan juga masyarakat yang ditemui di bumi penghasil kopi di Provinsi Aceh itu.

Apalagi hasil penelusuran awak media ini dilapangan, banyak ditemui kejanggalan tentang penahanan Ahmadi yang terkesan dipaksakan. Padahal sesuai dengan info bahwa, Iskandar (48) selaku pemilik Kulit Harimau itu sudah menyatakan bahwa Ahmadi tidak ada terlibat dalam kegiatan perdagangan kulit hewan yang dilindungi oleh Negara tersebut.

Ketika awak media ini mencoba menggali keterangan dari masyarakat di Kabupaten Bener Meriah tersebut, bahwa pada saat kejadian tersebut. Ahmadi berniat Sholat Subuh dengan mengambil air wudhu, namun ketika itu Ahmadi yang disini menjadi korban diminta oleh Iskandar untuk menemaninya kesebuah SPBU yang terletak di Kabupaten tersebut.

Merasa tidak ada yang janggal, Ahmadi pun bersedia menemani Iskandar untuk yang katanya menemui temannya yang menurut keterangan warga keturunan berinisial A. Ketika sudah sampai di SPBU tersebut, Ahmadi yang merasa tidak mengetahui adanya mufakat kejahatan tersebut pun tampak santai ketika disergap dan tidak ada melakukan perlawanan sedikit pun.

Namun ketika dibawa ke Polda Aceh, karena tidak terbukti Ahmadi pun dipulangkan kembali oleh Kepolisian Polda Aceh. Namun akhirnya Iskandar pun menyerahkan diri kepada kepolisian Polda Aceh. Ketika diintrogasi oleh Kepolisian, Iskandar pun mengakui bahwa kulit binatang itu miliknya dan tidak ada keterlibatan Ahmadi dalam hal tersebut.

Awak media ini pun coba menghubungi M Amin selaku Ketua DPD II Partai Golkar Bener Meriah pada Selasa (07/06/2022) sekitar pukul 11.00 Wib, dan mengatakan bahwa masalah ini tidak ada urusannya dengan Partai Golkar yang dipimpinnya. Namun saat awak media ini kembali meminta komentarnya terkait adanya perselisihan antara Sekretaris Golkar yang lama dengan saat ini, maka beliau mengatakan no comment atas adanya hal tersebut. Kapolda Aceh Irjen Pol Ahmad Haydar yang dihubungi meminta kepada awak media untuk menghubungi Direktur Kriminal Khusus Kombes Pol Sony Sanjaya namun, Direktur Kriminal Khusus Polda Aceh tersebut tidak menjawab WA dari awak media ini. Hingga berita ini ditayangkan. (Red SW)