oleh

Kebakaran Landa Rumah Waga Desa Hiliaurifa – Nias Selatan, 2 Korban Luka Bakar Berat

Suarawarga.com, Nias Selatan — Kebakaran landa rumah warga Desa Hiliaurifa Kecamatan Maniamolo Kabupaten Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara dini hari 13/3/2022 Pukul 01.30 WIB, Korban Luka bakar 2 orang Seorang Ibu rumah tangga bernama Senimar Halawa (28) alias Ina Remi dan anak Balitanya berumur 1 Tahun 6 bulan.

Senimar Halawa alias Ina Remi menderita luka disekucur tubuhnya mengenai wajah, sedangkan putranya hanya luka disekitar dada. Peristiwa tersebut berawal dari lampu diding yang berbahan bakar minyak tanah terjatuh diatas tempat tidur mereka menyambar kulambu dan kain lainnya saat korban sedang tertidur.

Saat kejadian Suami Korban Ama Remi Lase sedang tidak berada ditempat, menurut keterangan keluarga bahwa suaminya sedang dalam perjalanan pulang kerumah dari Pasar Teluk Dalam, terlambat sampai rumah karena kendaraan yang dikendarainya mengalami kerusakan mekanik diperjalanan.

Mendengar teriakan korban dan bara api yang mulai terlihat dari rumah korban, tetangga korban langsung turun membantu memadamkan api dan menyelamatkan kedua korban dari amukan si jago merah.
Kasat Reskrim dan Kasat Intelkam Polres Nias Selatan Tinjau Lokasi

Kasat Reskrim Polres Nias Selatan AKP Freddy Siahian, SH dan Kasat Intelkam Polres Nias Selatan IPTU Tombor Marbun langsung menuju lokasi Kebakaran setelah mendengar informasi dari masyarakat. Polres Nias Selatan bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan Olah TKP.

AKP Freddy Siagian, SH menerangkan kepada Wartawan LMC Grup yang turut mendampingin bahwa Rintangan menuju lokasi Kebakaran tidak menjadi penghalang bagi kami Kepolisian dalam menjalankan tugas, kami dan rombongan harus menempuh dengan jalan kaki dan menyeberang sungai dengan rakit yang sederhana karena menuju Desa Hiliaurifa tidak ada jembatan penyeberangan.

Kami dari Kepolisian harus bergerak cepat memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk memberikan perlindungan agar masyarakat merasa nyaman dalam menjalankan kehidupan sosial sehari-hari. Korban harus segera ditolong agar cepat pulih dari luka-luka bakar.

Kehadiran kami dari Kepolisian sekaligus melakukan penyelidikan atas peristiwa ini, kata IPTU Tombor Marbun menambahkan keterangan Kasat Reskrim.

Personil Polres harus berjalan kaki menuju lokasi kebakaran sekitar 3 km

Sampai berita ini ditayangkan belum ada langkah-langkah dari pemerintah Desa maupun Pemerintah Kabupaten Nias Selatan terutama Dinas terkait yaitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nias Selatan.

Mengingat lokasi yang terpencil, sulit untuk dijangkau kendaraan roda empat, Mobil kebakaran tentu tidak bisa ke lokasi, untunglah warga sekitar cepat melakukan upaya pemadaman sehingga api dapat dikendalikan dan tidak menyebar ke rumah warga lainnya yang padat menduduk.

Desa hiliaurifa Kecamatan Maniamolo Kabupaten Nias Selatan berjarak kurang lebih 40 km dari Teluk Dalam Ibukota Kabupaten Nias Selatan hanya bisa ditempuh dengan Kendaraan Roda Dua pada musim kemarau serta harus menyeberang sungai EHO yang dalam. Kehidupan keseharian warga Hiliaurifa adalah bertani karet, Kelapa dan Sawah.

Bila Hujan turun dan banjir maka Warga Desa Hiliaurifa tidak bisa melakukan kegiatan keluar karena diapit oleh dua sungai yang besar-besar, Warga sangat berharap Pemerintah Nias Selatan memperhatikan nasib warga Desa Hili Aurifa,  Penerangan Listrik pun tidak ada.

Saat wartawan mewawancara, keluarga korban berharap pemerintah Nias Selatan berkenan memberikan bantuan pengobatan kepada Istri Saya dan Putra saya, kami ini warga tidak mampu, kami hanya bisa berharap ada Dermawan yang mengulurkan tangan kepada kami membantu biaya pengobatan istri saya kata Ama Remi Lase. (LM-208)