oleh

Kelangkaan Minyak Goreng Menyebabkan Kerumunan di City Mall – Hyper Mart Prabumulih

Suarawarga.com-Prabumulih: Kelangkaan Minyak goreng terjadi di kota Prabumulih, Hari ini telah terjadi penumpukan pembeli yang disebabkan kelangkaan minyak goreng, terjadi antarian panjang di City Mall Hyper Mart Kota Prabumulih, Selasa 22/02/2022.

Dari pantauan dilokasi antarian panjang tanpa mengacu ProKes  mengingat Kota Prabumulih yang sudah di posisi Level 3. Terlihat langsung kerumunan tersebut yg tidak mengindahkan 3M (ProKes).

Sementara itu setelah awak Media dari Laskar Media Group berada di lokasi berusaha mengkonfirmasi kepada pihak City Mall-Hyper Mart yaitu sdr.Awan Setiawan selaku pengurus Mall beliau berkomentar “kita pihak Mall cuma bisa memberikan fasilitas di pintu masuk, barcode dan Security di pintu namun sulit diarahkan (pembeli) karena mereka butuh minyak dan mencari, kita cuma siapkan ProKes aja” komentar pak Awan Setiawan selaku pengurus Mall City

selanjutnya pihak Laskar media pun mengkonfirmasi ulang sistem yang dilakukan pihak Mall bila terjadi penumpukan seperti ini, ditambahkan awan bahwa “Kita cuma bisa arahkan untuk antri aja” begitu lanjutnya,

Di saat lain Pihak LaskarMedia Group mencoba meminta pendapat salah satu pembeli yg sedang antri padat tanpa jarak, “Kita cuma antri pak dan sudah sulit cari Minyak Goreng, karena harga diluar mencapai Rp.20.000/kg, tapi disini (Mall) harga Rp.14.000/kg, kita siap antri”, begitu komentar seorang ibu yg antri padat tanpa mengabaikan PROKES di posisi kota Prabumulih pada Level 3.

Dikesempatan yang sama LaskarMedia sempatkan untuk meliput fhoto kepadatan tersebut yg sempat berlangsung dari pukul 08.35 s/d pukul 11.00 sudah mulai berkurang pembeli dikarenakan stock Minyak goreng sdh habis terjual, dan ini sdh berlangsung dari 4 hari yg lalu, namun kemarin kemarin tidak sepenuh hari ini, tadi karena pintu Mall baru dibuka pukul 10.00 sehingga pembeli berkumpul ramai menunggu pintu dibuka.” Kata seorang ibu pembeli lainnya.

Kelangkaan Minyak Goreng ini sudah mulai mempengaruhi perburuan minyak yang dilakukan warga guna mengatasi kelangkaan dan lonjakan harga yang terjadi sejak beberapa waktu belakangan.

Dalam situasi seperti ini memang harus secepatnya diatasi, karena akan berdampak dan berpengaruh dengan Posisi Status Kota Prabumulih di Status Level 3, yang nantinya akan terjadi dimana mana serta akan berpengaruh terhadap lonjakan penyebaran virus Covid 19 (omicron) di Kota Prabumulih dan sekitarnya.

Mengingat di wilayah Kota Prabumulih masih dalam Level 3 tersebut maka, masalah penumpukan karena langkanya minyak goreng ini masih akan terjadi peningkatan kasus penyebaran COVID-19 (Omicron) sehingga harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan dan menghindari terjadinya kerumunan massa.

Sementara itu, Fh (45) pedagang gorengan di Jalan padat karya mengharapkan harga jual minyak goreng bisa kembali normal, karena selain terjadi kelangkaan juga harga jualnya lebih mahal dari harga yang telah ditetapkan pemerintah.

“Harus ngantri pagi hari dan hanya bisa beli dua liter. Kalau beli di tempat biasa harga sudah Rp20.000 sampai Rp22.000 per liter. saya setiap hari membutuhkan minyak goreng 5 liter untuk jualan dan kalau harganya mahal seperti ini otomatis keuntungan akan berkurang,” jelasnya kepada LaskarMedia group. (LM-196)