oleh

Kepala Desa Hiliaurifa Hilisiaetano – Nias Selatan Galang Bantuan Dana Untuk Korban Kebakaran Di Desanya

Suarawarga.com, Nias Selatan — Kepala Desa Hiliaurifa Hilisimaetano Kecaamatan Maniamolo Kabupaten  Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara menggalang bantuan dana Sosial untuk membantu SUMINAR HALAWA (26) dan anak Balitanya MILKASIH LASE (1) Korban Kebakaran pada hari Minggu 13/3/2022 Pukul 01.00 WIB dinihari.

Kepala Desa Hiliaurifa Hilisimaetano BERUSAHA HALAWA berkirim surat kepada Bapak  Bupati Nias Selatan, Kepala Badan Penganggulangan Bencana Daerah Kabupaten Nias Selatan (BPBD), Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nias Selatan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Selatan dan  Kepala Dinas PUPR Kabupaten  Nias Selatan agar bekenan membantu meringankan beban Anggota Keluarga Korban mengingat Korba adalah Keluarga tidak mampu.

Situasi Penyeberangan Sungai EHO, Kasat Reskrim dan Kasat Intelkam dan Rombongan Polres Nias Selatan (atas), Petugas Medis dari UPTD Hilisimaetano di dampingi Oleh Wartawan LMC Grup

BERUSAHA HALAWA menjelaskan kepada Wartawan LMC Grup  bahwa Desa Hiliaurifa Hilisimaetane merupakan Desa yang terisolir dan Desa yang terbelakang dari segala aspek Pembangunan, Kami tidak memiliki fasilitas infrastruktur Jalan dan Jembatan Penyeberangan sehingga Warga Desa Hiliaurifa Helisimaetano tertinggal dari berbagai aspek baik Pembangunan Suber Daya Manusia maupun Sumber Daya lainnya sementara itu sesungguhnya kami memiki Sumber Daya Alam yang baik namun terkendala transportasi.

Warga Desa Kami sehari-hari hidup bertani dan sebagian jadi Nelayan, namun hasil bumi tidak maksimal karena biaya lansir lebih besar sehingga tidak menguntungkan para petani.

Desa Hiliaurifa Hilisimaetane memiliki garis pantai yang indah dan eksotis sangat cocok untuk para wisatawan, namun karena tidak ada infrastrutur jalan menuju Desa kami, maka semua keindahan alam tersebut terlantar dan tidak dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan Daerah.

Dengan peristiwa Kebakaran di Desa Kami ini, kami berharap Pemerintah Kabupaten, pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Pusat berkenan memperhatikan Desa Kami, demikian juga para Anggota Legislatif daerah Pemilihan II ada Ibu Nurtizah, Bapak Pegangan Dakhi dan Bapak Aris Agustus Dakhi  juga Anggota Lagislatif dari Provinsi Bapak Thomas Dakhi, Ibu Mewawati Zebua yang bisa memperjuangkan anggaran untuk pembangunan Infrastrutur khususnya Jalan dan Jaringan Penerangan Listrik dari PT. PLN (Persero).

Desa Hiliaurifa sejak Penjajahan Belanda hingga Indonesia Merdeka sudah 77 Tahun lamanya, Kami Warga Desa Hiliaurifa Hilisimaetano tetap tidak merdeka menikmati Pembangunan, Anak-anak kami tertinggal dan ekonomi kami tertinggal, demikian juga dari aspek kesehatan.

“Sebenarnya Banyak Tokoh Nasional dari Kecamatan Maniamolo yang bisa menyuarakan Nasib Desa Hiliaurifa, ada di Jakarta Seperti Brigjend Polisi Bahagia Dakhi, Advokat Muda Ternama Bapak Efri Darlin Marto Dakhi SH, MH, ada juga di Medan apalagi di Nias Selatan ada Bapak Mantan Bupati Idealisman Dakhi, Bapak Ranto Dakhi Pengusaha Sukses di Riau, Bapak Thomas Dakhi Anggota DPRD Sumut, kami berharap mereka mengulurkan tangan meringankan beban Korban yaitu Ibu SUMINAR HALAWA (26) dan anak Balitanya MILKASIH LASE (1) .”

Kasat Reskrim dan Kasat Polres Nias Selatan (Kiri) dan Petugas Medis dari UPTD Hilisimaetano (Kanan)

Terima kasih kepada Bapak Kapolres Nias Selatan AKBP Reinhard H , Nainggolan , SH , S.I.K , MM, Bapak Kasat Reskrim Polres Nias Selatan AKP Freddy Siagian, SH, Bapak Kasat Intelkam Polres Nias Selatan IPTU Tombor Marbun bersama Jajarannya yang sudah turun langsung melihat Kondisi Korban sekaligus melakukan Olah TKP.

Terima kasih juga kepada Wartawan Media Online Laskar Media Grup (LMC Grup) yang sudah membantu terpublikasikannya Peristiwa Kebarakan di Desa Hiliaurifa Hilisimaetano, tidak lupa juga kami mengucapkan terima kasih kepada Kapus UPTD Hilisimaetano yang telah mengirimkan bantuan tenaga Medis merawat Korban.

Selain itu korban juga kehilangah uang 10 juta yang sedianya dipakai untuk pembayaran cicilan Kredit KUR ke BRI dan sejumlah Uang Kolekto (Persembahan) Jemaat Gereja, karena Suaminya seorang bendahara Gereja Katolik di Hiliaurifa. Uang tersebut ikut terbakar tinggal serpihan-serpihan yang tersisa dan tidak dapat dgunakan, Tutur Kades Kepada LMC Grup.  (LM-208)