oleh

Pemprov Sumut Surati Choki Aritonang Ajak Berdamai dengan Gubernur Edy


Suarawarga.com, Medan —
Polemik antara Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, dengan pelatih biliar Choki Aritonang terkait kasus penjeweran, memasuki babak baru. Choki diajak tabayyun (berdamai) dengan Gubernur Edy.

Ajakan perdamaian itu terungkap dalam surat yang dikirimkan Pemprov Sumut yang ditandatangani Kepala Biro Hukum Setdaprov Sumut, Dwi Aries Sudarto, kepada Choki atau pria dengan nama Khairuddin Aritonang tersebut.

“Iya kami terima surat yang intinya mengajak tabayyun (berdamai) dari pihak Gubernur,” ujar kuasa hukum Choki, Gumilar Aditya Nugroho, menjawab wartawan lewat telepon seluler di Medan, Jumat (7/1/2022).

Adapun surat tabayyun tertanggal 31 Desember 2021 itu, kata Gumilar, adalah balasan atas somasi yang dikirimkan pihaknya pada Kamis (30/12/2021).

“Surat dari Pemprov itu diterima Saudara Choki pada Selasa atau Rabu kemarin. Mereka kirim lewat pos ya, sehingga mungkin tidak segera sampai ke pihak kami,” ujar Gumilar.

Lalu bagaimana respons Choki atas ajakan damai itu? Gumilar mengaku belum bisa memberi penjelasan lebih lanjut saat ini. Justru pihaknya menunggu konsep tabayyun dari pihak Gubernur.

“Kami serahkan kepada pihak Gubernur terkait bagaimana konsep tabayyunnya,” jelas Gumilar.

Namun belum diperoleh penjelasan lebih lanjut atas surat tersebut dari pihak gubernur. Saat dikonfirmasi wartawan lewat telepon seluler, Kepala Biro Hukum Dwi Aries Sudarto mengatakan akan konsultasi terlebih dahulu dengan kuasa hukum.

Namun saat dikonfirmasi lagi, Dwi Aries Sudarto tidak lagi menjawab. Kuasa hukum Gubernur Edy Rahmayadi, Junirwan Kurnia, yang dikonfirmasi lewat telepon seluler, tidak bersedia memberi komentar.

“Oh maaf, lagi rapat ya,” ujar Junirwan. Ditanya sekali lagi, dia tetap tak bersedia menjawabnya. “Nggak bisa, di sini lagi ramai,” ujar Junirwan lagi. (LM-009)