oleh

Penonton Terhipnotis Nikmati Adat Perkawinan Di Aceh Jaya

-Berita, Daerah, Sosial-452 Dilihat
Foto : Prosesi kegiatan penerimaan / penyambutan Pengantin Laki-laki (Lintoe Baroe) ketika diantar ke rumah pengantin perempuan ( Dara Baroe) – Suherman Amin

 
Suarawarga.com, Bireuen –
Syamsul Rizak,S.Pd,MBA bersama isterinya Rukiah serta keluarganya terhipnotis melongok prosesi pelaksanaan pesta adat perkawinan di Aceh Jaya yang bervariasi terutama dalam kegiatan antar pengantin laki-laki “ Intat Linto “ ( Antar Pengantin Laki-laki – bahasa Aceh-red)

“Saya terhipnotis melihat prosesi penyambutan antar pengantin Laki-laki secara adat sehingga rasa pesona dan kagum prosesi pelaksanaan antaran pengantin laki-laki ke rumah pengantin pihak perempuan di Gampong Panton Teunom kawasan Kabupaten Aceh Jaya disambut dengan “ Seurune Kalee dan Tarian khas Aceh lainnya.

Betapa tidak ! Pak Syamsul Rizal yang akrab di sapa Pak Jibro didampingi Isterinya Ibu Rukiah sangat terhibur dan bercampur kaget karena “ Linto Baroe” bersama rombongan disambut dengan tarian khas mereka “ Seurune Kale “ serta dipandu para pemuda dari Tim Kesenian yang juga dipandu oleh MC.

Selain itu kata Pak Jibro bersama keluarga yang datang dari Bireuen dirinya sangat-sangat terhibur dan merasa terharu karena sangat berbeda dengan acara antar pengantin di daerahnya yang hanya diriingi dengan berbalas pantun.

Memang adat istiadat baik di Aceh maupun dimana saja tentunya ada perbedaan antara satu daerah dengan daerah lain dan mereka menyesuaikan dengan “Resam” di daerah masing-masing secara bervariasi.

Bak kata pepatah , Lain lubuk lain ikannya , lain padang lain belalangnya. Namun hanya berbeda di sisi penantian dan pengantaran Linto dan Dara Baroenya sementara rukunnya tetap sama dilaksanakan.

Bapak Syamsul Rizal yang akrab disapa Pak Jibro bersama Isterinya Ibuk Rukiah kepada media ini menyebut mereka Intat Linto ( Mengantar pengantin pria) ke rumah DD Taya (Pengantin Wanita ) pada Minggu (9/1-2021) dan merasaa terpesona karena “linto baroe” disambut dengan tarian surune kale dan tarian lainnya khas Adat Aceh lainnya.

Disebutkan, tokoh masyarakat Gampong Panton Teunom, kepada tim media ini. Pada proses acara Intat lintmengatakan bahwa apa yang terjadi di prosesi antar pengantin pria di kawasannya memang sudah Resam gampong mereka pengantin Pria sebelum memasuki rumah pengantin wanita disambut dengan tarian Surune Kale yang dibawakan oleh tim kesenian itu dipandu juga oleh MC.

Dan sesudah disajikan hiburan penyambutan dengan yarian Seurune Kalee barulah pengantin pria diterima oleh kalangan keluarga dara baroe, dengan menyerahkan “bungong jaroe” ( Cendra mata) sekalian tukar menukar “ Batee Ranub “.


Sejumlah warga di sana kata Pak Jibro sebagaimana disampaikan kepada media ini gaung Seurune Kale diiringi dengan tarian khas Aceh lainnya gaungnya membahana di sekitar rumah Dara Baroe dan setelah prosesi aman dan tenang barulah Linto baroe bisa masuk ke rumah Dara Baroe.

Apa yang dilakukan oleh pemuda dan tokoh-tokoh adat di sana kata Jibro memang sudah tradisi dalam prosesi antar pengantin preh Linto baroe di Aceh Jaya.

Ter;epas dari penantian Linto Baroe, adat lainnya sebaik Pengantin Laki-laki tmenjelang eduduk di Pelaminan ada acara “Sipreuk Pade “ dalam rangkaian Tepung Tawar atau “Peusijuk “ .

Dan dalam prosesi Lintoe baroe duduk di pelaminan acara penyambutan dari keluarga Lintoe Baroe dan Dara Baroe dilaksanakan acara adat berupa acara penyerahan dan penyambutan oleh Kedua Keuchik di Gampong kedua mempelai dan Peutuha Tuha Peut m Teungku Imum Gampong didampingi Ketua Pemuda dan tokoh adat Gampong tersebut. ( LM 067)