oleh

Polres Nias Selatan Tangkap Kakek-kakek Pelaku Penganiayaan di Luahagundre Maniamolo

-Berita, Daerah, Hukum-128 Dilihat

Suarawarga.com, Nias Selatan — Pada Selasa (8/3/2022) pukul 13.00 WIB, SPKT Polres Nias Selatan menerima laporan masyarakat, telah terjadi tindak pidana penganiayaan (pembacokan) di Desa Botohilitano, Kecamatan Luahagundre Maniamolo, Kabupaten Nias Selatan. Saat itu Santimasi Wau (istri korban) mendapat kabar dari warga bahwa Timotius Wau alias Ama Andi (korban, 45) telah dibawa ke rumah sakit karena penganiayaan oleh pelaku bernama Talua Wehede Wau alias Ama Beda (pelaku,76). Mendengar kejadian tersebut, istri korban bergegas ke rumah sakit dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.

Setelah kejadian tersebut, berdasarkan laporan polisi: LP / B / 86 / III / 2022 / SPKT / POLRES NIAS SELATAN / POLDA SUMATERA UTARA, Kapolres Nias Selatan AKBP Reinhard H Nainggolan SH SIK MM saat itu juga langsung memerintahkan Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Nias Selatan agar segera menangkap pelaku penganiayaan yang terjadi di Desa Botohilitano, Kecamatan Luahagundre Maniamolo, Kabupaten Nias Selatan.

“Tidak menunggu lama, sekitar pukul 14.30 WIB, Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Nias Selatan telah menangkap TW (pelaku) di depan salah satu rumah warga yang lokasinya tidak jauh dari TKP dan langsung memboyong pelaku ke Sat Reskrim Polres Nias Selatan untuk dilakukan penahanan,” ungkap Kapolres Nias Selatan, AKBP Reinhard H Nainggolah SH SIK MM, melalui Kanit I Pidum Ipda Surya Hadi SE kepada BA Subbag Humas Bripda Aydi Mashur, di Kantor Sat Reskrim, Rabu (9/3/2022) sore.

Ipda Surya Hadi Kanit I Pidum Sat Reskrim Polres nias Selatan menerangkan, hasil pemeriksaan sementara terhadap pelaku, motif dari penganiayaan dikarenakan pelaku telah memendam sakit hati yang sudah lama terhadap TS (korban), di mana korban pernah mengklaim sebidang tanah yang berada di belakang rumah pelaku bahwa tanah itu milik korban.

Sekitar pukul 11.30 WIB, pelaku sedang berada di belakang rumahnya, yang mana saat itu pelaku sedang menyuruh salah satu warga untuk memanjat pohon kelapa yang berada di belakang rumah pelaku. Kemudian sekitar pukul 12.00 WIB, korban datang menghampiri pelaku yang berada di bawah pohon kelapa, yang mana dari jarak ±20 meter pelaku melihat kedatangan korban hendak menghampiri pelaku.

Saat itu pelaku langsung mengambil satu bilah parang berukuran ±70 cm, yang berada di bawah pohon kelapa tempat pelaku berada, lalu saat korban menghampiri salah satu warga suruhan pelaku, korban berkata, “Siapa suruh kau panjat pohon kelapa ini?” Belum sempat salah satu warga suruhan pelaku menjawab, pelaku langsung berkata, “Kau lanjutkan saja mengupas buah kelapa itu” kepada salah satu warga suruhannya.

Mendengar perkataan pelaku, korban langsung menghampiri pelaku dari jarak satu meter, dan pelaku pun langsung melakukan pembacokan menggunakan sebilah parang terhadap korban sebanyak satu kali pada bagian leher sebelah kiri korban membuat korban mengalami luka robek pada leher sebelah kirinya dan langsung mengeluarkan darah sangat banyak.

Ketika salah satu warga suruhan pelaku menoleh ke belakang dan saat itu juga dia langsung berlari ke arah rumah pelaku. Kemudian pelaku hendak membacok korban untuk kedua kalinya, namun korban sempat menangkis dengan cara menahan parang yang digenggam pelaku dengan menggunakan kedua tangan korban. Saat itu juga pelaku dan korban saling tarik menarik parang tersebut yang menyebabkan pelaku dan korban terjatuh ke tanah sehingga pelaku mengalami benturan pada batu di tanah di bagian kepala korban.

Tak lama kemudian, datang salah satu warga lain untuk melerai pelaku dan korban dengan berkata, “Kalian lepaskan parang itu dari tangan kalian”, sehingga korban pun langsung melepaskan genggaman tangannya dari parang tersebut. Korban langsung berdiri lalu berjalan menuju jalan umum yang berada ±50 meter dari belakang rumah pelaku.

Sedangkan pelaku masih memegang parang tersebut karena ia takut direbut korban dan akan membalasnya. Setelah itu salah satu warga yang melerai langsung mengambil parang yang masih digenggam pelaku. Lalu pelaku berdiri dan berjalan menuju pintu belakang rumahnya.

“Setelah kami periksa pelaku, bahwa pelaku dan korban tak ada hubungan keluarga. Saat ini pihak Sat Reskrim Polres Nias Selatan melakukan pendalaman atas kasus ini, dan telah memeriksa dua saksi yang berada di TKP saat kejadian. Atas perbuatannya, pelaku kami jerat dengan pasal 351 ayat 2, ancaman 5 tahun penjara,” tegas Surya.

(Humas Polres Nias Selatan/LM-001)