oleh

Yobedi Halawa Toke Karet Di Ulunoyo Nias Selatan Aniaya Seorang Janda

Suarawarga.com, Nias Selatan —  Seorang perempuan yang berstatus janda anak lima Atimisa Ndruru (33), warga Dusun 1 (satu) Desa Amorosa, Kecamatan Ulunoyo  Kabupaten Nias Selatan  Provinsi Sumatera Utara dianya oleh Yobedi Halawa seorang Toke (Patron Client) Getah Karet pada hari Sabtu 26/02/2022 Pukul 19.00 WIB.

Peristiwa penganiayaan tersebut berawal dari transaksi jual beli getah Karet milik Atimisa Nduru yang dijual kepada Yobedi Halawa seorang Tengkulak (Juragan) Karet atau lebih dikenal oleh warga setempat dengan istilah Toke Karet (Patron Klien).

Karet milik Atimisa Nduru diperoleh dari hasil kebun sendiri, pada saat Yobedi Halawa datang Atimisa Ndruru menawarkan Karet miliknya kepada Obedi Halawa dengan total berat 40 kg terdiri dari 2 ember. Atimisa Nduru menunggu pembayaran dari Toke Yobedi Halawa.

Selang beberapa saat Yobedi Halawa terlihat marah-marah dan Atimisa Ndruru juga heran kenapa Toke marah-marah dan kepada siapa dia marah, karena merasa bukan untuknya Atimisa Ndruru memilih untuk diam sambil bersabar menunggu giliran dipanggul untuk menerima pembayaran.

Setelah menunggu sekian lama, Atimisa Ndruru tidak kunjung dipanggil oleh Toke Yobedi Halawa, Atimisa Ndruru mendatangi Yobedi Halawa sambil meminta pembayaran harga karet miliknya yang sudah ditimbang oleh Yobedi Halawa karena uang tersebut akan digunakan untuk belanja kebutuhan rumah tangga seperti beras dan lain-lainnya, tidak disangka justru yang didapatkannya adalah amarah dan tamparan beberapa kali mengenai wajah Atimisa Ndruru dan dadanya hingga mengeluarkan darah dari hidungnya.

Tidak tahan dengan tamparan dan pukulan dari Yobedi Halawa, Atimisa Ndruru melarikan diri kerumah warga untuk meminta perlindungan dan Yobedi Halawa berusaha mengejar Atimisa Nduru, tidak ada yang merelai pertengkaran tersebut karena warga sekitar takut kepada Yobedi Halawa yang dikenal sangat arogan dan tidak segan-segan menganiaya orang yang dianggapnya lemah.

“Satu rupiahpun tidak bayarnya pembelian getah karet milik saya itu, padahal uang itu untuk beli beras makanan ke 5 anak-anakku yang masih kecil-kecil, Suami saya sudah meninggal tahun lalu, kami harus makan apa, hanya karet itulah sumber penghasilan kami untuk bertahan hidup, sayapun tidak melawannya karena saya tau dia Juragan Karet orang kaya”, sambil menangis bercerita kepada wartawan saat ditemui di Mapolres Nias Selatan.

Ketika wartawan bertanya dalam rangkap apa ke Polres Nias Selatan, Atimisa Ndruru menjawab “Saya datang melaporkan Yobedi Halawa ke Pihak Penegak Hukum guna mendapatkan perlindungan hukum dan keadilan, Saya tidak mampu melawan orang kuat seperti Toke Karet itu Yobedi Halawa yang bisa berlaku seenaknya kepada orang lemah seperti saya ini. Saya berharap Polisi bisa menindak lanjuti pengaduan saya.

Laporan Atimisa Ndruru telah diterima oleh Polres Nias Selatan dengan Nomor : STTLP/B/55/II/2022/SPKT/POLRES NIAS SELATAN/ POLDA SUMATERA UTARA tertanggal 28 Februari 2022 Pukul 15.52 WIB. Saya berharap Bapak Kapolres menindaklanjuti Pengaduan saya ini selain saya dan anak-anak saya takut juga kami makan darimana lagi kalau bukan dari hasil karet itu 2 minggu lamanya Saya mengumpulkan Getah karet itu demi mempertahankan hidup daripada mencuri, tuturnya kepada Wartawan sambil mengakhiri pembicaraan yang disertai dengan airmata.  (LM-023)